Senin, 31 Desember 2012

Panggul yang Merana


When visiting Pacitan first time, I was immediately impressed with the city for two reasons, first because of its natural pristine, cool, and beautiful. Secondly because the road leading to Pacitan like a road to heaven, my friend said. Yes, it is not wrong to say so, but for the reason that both my friend said was necessary to explain that: not including Pacitan area for steep road, bumpy, muddy, and chaotic-lah. That includes areas Trenggalek, precisely in the district Panggul. It's really ironic state of the road leading from the pelvis Trenggalek city. not much different path to Munjungan (also a region Trenggalek). But what can we do, An incumbent, anti seen as a region. If there is a chance the next time I postingkan images / photos what condition the road to Panggul (actual area has great natural potential). Pelang that famous waterfall is here.

Ketika berkunjung ke Pacitan pertama kalinya, saya langsung terkesan dengan kota ini karena dua sebab, pertama karena alamnya yang masih asli, sejuk, dan indah. Kedua karena jalan menuju ke Pacitan ini seperti jalan menuju surga, demikian kata teman saya. Ya, memang tidak salah mengatakan demikian, namun untuk alasan yang kedua kata teman saya tadi perlu dijelaskan bahwa: bukan termasuk wilayah Pacitan untuk jalan yang terjal, bergelombang, becek, dan serba kacau-lah. Itu termasuk wilayah Trenggalek, tepatnya di Kec. Panggul. Memang sungguh ironis keadaan jalan menuju Panggul dari Trenggalek Kota ini. tidak jauh berbeda pula jalan menuju Munjungan (juga merupakan wilayah Trenggalek). Tapi mau bagaimana, bupatinya aja, seolah 0gah lihat yang sulit-suli. Kalau ada kesempatan, lain waktu saya postingkan gambar/ photos seperti apa kondisi jalan menuju Panggul (wilayah yang sebenarnya mempunyai potensi alam yang bagus). Air terjun Pelang yang terkenal itu ada di sini.

                                          Air Terjun Pelang di Kecamatan Panggul, Trenggalek

Wisata Bahari

Dulu orang melihat Pacitan adalah suatu wilayah di Jawa Timur yang sangat terbelakang, dan tertinggal dibanding kota2 lain di Indonesia. bahkan ketika Susilo Bambang Yudoyono dilantik menjadi Presiden pun, orang masih mengidentikan Pacitan dengan serba ketertinggalannya.
Namun sekarang kota ini mulai berbenah dengan segala potensi alam yang dimilikinya. Kalau kita ada waktu luang, silakan mengunjungi kota ini. Alamnya masih asli, sejuk dan indah. Pohon-pohon juga masih hijau di sana-sini, begitu pula dengan pantai-pantainya. Ada pantai Telengria, di Wilayah Kabupaten Pacitan, Pantai, Srau di Kebonagung, Pantai Taman di Kecamatan Ngadirojo (Desa Hadiwarno).
Dijamin Anda tidak akan kecewa....tidak kalah dengan Kuta di Bali.







di belakang orang ini, adalah laut lepas....















                                              orang Pacitan asli....












di sini, kita juga bisa melihat sun rise...